Minggu lalu dalam rangka perjalanan saya bersama Lenovo ke Beijing, secara spontan saya berniat untuk membuat keseruan kecil di Twitter dengan memberi hadiah sebuah oleh-oleh. Saya pikir, apa salahnya menyisihkan waktu dan uang di Beijing untuk membeli sesuatu di ibukota Tiongkok tersebut lalu memberikannya kepada beberapa orang yang. Akhirnya saya menggulirkan sebuah giveaway.

Melalui giveaway tersebut saya sebenarnya hanya meminta hal yang sederhana, mereka mencuitkan di Twitter tentang keinginan / kebutuhan akan sebuah model smartphone menurut mereka. Saya percaya kebutuhan smartphone orang pasti berbeda satu sama lain. Ternyata benar memang kenyataannya begitu. Ada yang fokus kepada baterai, ada yang lebih tertarik dengan kamera,  ada juga yang cenderung memperhatikan fitur. Selengkapnya bisa dibaca di rangkaian tweet berikut ini.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa smartphone yang rekan-rekan saya butuhkan antara lain sebagai berikut:

  • Baterai tahan lama
  • Desain yang nyaman untuk digenggam
  • Kamera yang mampu menghasilkan foto dengan bagus
  • RAM yang ‘lega’
  • Harga berkisar pada angka 2 juta rupiah

Giveaway tersebut memang sengaja saya atur selesai satu hari sebelum Lenovo Tech World. Saya berharap akan ada kejutan dari Lenovo dengan mengeluarkan sebuah smartphone terbaru mereka dengan kriteria seperti hal-hal di atas. Tapi ketika saya datang ke China National Convention Center keesokan harinya, saya mendapatkan informasi di luar perkiraan. Lenovo menghadirkan Smart Cast, sebuah smartphone dengan laser proyektor terkecil di dunia.

unduhan

Smart Cast merupakan sebuah konsep smartphone dengan sebuah proyektor berukuran 34 mm x 26 mm x 5 mm di dalamnya. Proyektor tersebut memiliki kemampuan untuk memancarkan layar ke tembok, meja atau apapun permukaan yang dipilih. Smart Cast bukan hanya menawarkan layar yang diproyeksi, tapi memungkinkan pengguna berinteraksi dengannya sebagai touch screen.

Pada demonya di Lenovo Tech World, seorang pianis memainkan piano menggunakan Smart Cast. Keyboard yang tadinya di dalam layar Smart Cast diproyeksikan ke atas meja lalu pianis tersebut menarikan jarinya di atas meja untuk mengeluarkan nada. Untuk lebih mempertegas lagi, Lenovo menggunakan game legendaris Fruit Ninja. Layar game diproyeksikan ke meja menjadi lebih besar lalu games dengan lancar dimainkan di atas meja.

Lenovo memang masih belum bisa mengumumkan kemampuan Smart Cast lainnya secara detail. Sekuat apa baterainya, selama apa proyektor mampu bertahan, dan berapa harganya kita masih belum tahu. Tapi coba bayangkan, anda baru saja pulang berlibur bersama keluarga dan punya begitu banyak foto dan video yang ingin anda lihat bersama di rumah tapi layar smartphone terlalu kecil untuk bisa melakukannya. Ternyata smartphone kita memiliki kemampuan seperti Smart Cast. Ukuran layar jadi bisa ‘lebih besar’ dengan kemampuan tersebut.

Smart Cast ini membuat saya berpikir bahwa ternyata sebuah smartphone bisa berkemampuan lebih dari sekedar yang dibayangkan saat ini.

Continue reading