Image

Diantara 2 pemilu dan 2 pilkada (kalo gak salah inget) yang pernah saya ikutin, pesta demokrasi kali ini cukup spesial menurut saya. Bukan karena penjaga TPS-nya yang cantik-cantik, bukan. Penjaga TPS nya tetep kok bapak ketua RT saya yang dibantu beberapa pemuda dan mantan pemuda (pernah muda maksudnya) yang sangat aktif di lingkungan. Bukan juga karena TPS-nya dihias kreatif seperti di Bandung, kota Bekasi gak ada program seperti itu.

Pemilu kali ini spesial karena saya merasa cukup yakin dengan pilihan saya.

Seperti yang kita tahu, kita merasa sebagai bangsa yang ‘gitu-gitu’ aja. Anggota DPR yang korupsi tidak ada habisnya dan beberapa di antara mereka melakukan kasus amoral. Ada juga ketua partai dan beberapa jajarannya yang resmi ditahan KPK. Bahkan ada juga sebuah partai yang dulu kita rasa sangat bersih di masanya, belakangan dibredel oleh para pegiat linimasa pengungkap fakta atas kelakuan beberapa pejabatnya.

Dengan pemilu, membuat kita mempunyai harapan setidaknya 5 tahun sekali. Dimana para pejabat yang kita anggap gagal tadi bisa kita ganti dengan orang-orang yang kita anggap mampu. Mereka kita ganti dengan yang kita anggap bisa menuntaskan janji dengan program-programnya.

Di sini letak masalahnya: bagaimana kita tahu calon-calon yang bakal kita coblos ini bisa dipercaya untuk memperjuangkan aspirasi kita selama masa jabatan 5 tahun ke depan? Semua orang bukannya busuk? Terbukti kan pemilu sebelumnya terlihat bersih tapi ujung-ujungnya korupsi, bolos rapat, dan cuma membela kepentingan partai? Lalu kita golput saja?

Saya merasa golput bukan pilihan untuk saya. Di Indonesia, meskipun Pemilunya aman dibanding negara-negara di Timur Tengah sana (dan itu wajib kita syukuri), tetap saja ada celah-celah kecil yang bisa dimanfaatkan oleh orang curang. Salah satunya adalah kemungkinan kertas suara yang tidak terpakai oleh para Golput tadi disalahgunakan untuk menggelembungkan suara mereka. Mengerikan sekali, bukan?

“Pilih yang bersih dan kompeten” – Anies Baswedan

Begitu kata mas Anies saat ditanya bagaimana cara memilih orang untuk bekerjasama dengan kita. Hal itu mengilhami cara saya dalam memilih calon legislatif di pemilu kali ini.

Masalah yang kedua timbul: Bagaimana mencari calon yang ‘bersih dan kompeten’ itu?

Di pemilu/pilkada sebelumnya, sangat sulit untuk bisa mencari dan memilih orang yang punya kriteria di atas. Kita pusing karena terlalu banyak informasi yang bertebaran untuk kita serap informasinya. Itu baru informasi tentang apa yang dilakukan saat masa kampanye, belum lagi informasi mengenai rekam jejak mereka dulu. Sayangnya seringkali otak kita bekerja secara terbatas.

Ini diperparah dengan malah seringnya teman di jejaring sosial kita yang malah mengumbar keburukan daripada kebaikan dan keunggulan program. Mereka mungkin niatnya baik supaya kita jangan memilih calon tersebut, tapi efeknya malah bikin: “Lalu kita harus milih siapa?” Terus Golput? Oh, Big No No!

Sekarang kita udah lebih mudah dengan adanya informasi teknologi. Di dunia digital, rekam jejak kita adalah salah satu hal yang ga bisa kita tutupi. Para penggiat IT paham benar bagaimana keahlian mereka bisa dijadikan solusi bagi masalah orang-orang seperti saya. Mau cari caleg yang bersih tapi bingung cara mencari datanya.

Ada AyoVote dengan situs ayovote.com yang muncul untuk mengedukasi para pemilih muda dan pemula. Selain berita, mereka juga menyediakan fitur Kepo untuk mencari tahu kandidat dan isu yang diusung oleh para caleg situs mereka. Beberapa kali AyoVote juga mengadakan offline event.

Ada OrangBaik. Mereka adalah juara di hackathon Pemilu API. Selain aplikasi mobile mereka di Android yang cukup ciamik, mereka juga menyediakan web-apps yang sangat bermanfaat. Ngomong-ngomong, developer-nya adalah senior kampus saya dulu. Hehe

Ada Bersih2014.net yang cukup informatif menyajikan rekam jejak para caleg, banyak yang masih bisa disempurnakan untuk bisa ikut membantu masyarakat lagi di pemilihan selanjutnya. Silahkan kunjungi websitenya untuk melihat lebih lanjut.

Ada jariungu.com, mereka berpartisipasi menyajikan data para caleg dengan tampilan web yang cukup menarik. Mungkin mereka bisa menambah apllikasi mobile agar lebih praktis digunakan para pengguna smartphone.

Ada juga wikikandidat.com. Mereka menyajikan informasi layaknya wikipedia, yaitu dengan cara crowd-sourcing. Kita berbagi informasi tentang calon-calon yang maju di pemilu legislatif kali ini.

Banyak aplikasi dan web di atas memang belum sempurna, tapi saya melihat ini adalah awal dari pemilihan umum selanjutnya. Mereka sudah menyediakan waktu, biaya, dan keahlian untuk membuat sebuah aplikasi siap jadi untuk dasar kita memilih. Mereka menyediakan datanya, giliran kita yang menyediakan waktu untuk mencari calon terbaik untuk wakil kita di pemerintahan. Harapan Indonesia lebih baik sepertinya memang selalu ada.

Terima kasih untuk para pengembang web dan aplikasi!

Image

Indonesia Memilih

 

Ilustrasi gambar: creative-trader.com