Jumat sore kemarin harus rela gak bisa ikutan dengan rekan-rekan kantor karena saya diundang oleh Smartfren Community untuk menghadiri acara #SMARTHangout #SMARTEvent. Acara ini mengumpulkan blogger dan anggota komunitas untuk berkumpul dan sharing. Sama seperti acara sebelumnya, kali ini #SMARTHangout diadakan di Pisa Kafe, Menteng. Menghadirkan Bang Win (@bangwinissimo) sebagai narasumber untuk berbagi tentang Community Management. Bangwin membuka dengan memberikan pengertian dari komunitas.

“Community is a social unit at any size that shares common value”. Bisa juga diartikan sebagai sekumpulan orang yang punya ketertarikan yang sama dan senang berbagi value yang sama.

Berdasarkan hal tersebut komunitas dibagi menjadi 3, antara lain:
Interest. Contoh: Vespa Lover, Photography Antusiast.
Circumstances. Contoh: Penderita Sakit Sendi, Aids Community
Worktype. Contoh: Komunitas Arsitek.

Dengan kesamaan value tersebut biasanya orang secara sadar akan berkumpul untuk berbagi. Dulu orang-orang ini senang berkumpul di ranah offline. Sekarang dengan makin berkembangnya internet membuat komunitas berkembang juga bentuknya, hingga ada sebutan Online Communities. Kabar baiknya adalah dengan adanya teknologi ini orang semakin mudah bergabung dengan komunitas, dan komunitas bisa makin berkembang luas.

Banyak salah persepsi yang menyamakan Community Management dengan Social Media Management. Kedua hal tersebut sangat berbeda tapi mulai rancu semenjak perkembangan social media. Community Management merupakan brainware dari pengelolaan komunitas, sedangkan social media merupakan tools untuk mengelola komunitas itu sendiri, sejajar dengan platform lainnya seperti milis, microblog, dan official blog.

Pengelolaan komunitas sendiri bisa dikatakan berhasil apabila para anggotanya aktif berpartisipasi, merasa nyaman, mendapat manfaat value yang dibagikan, dan mendapatkan keuntungan.

Pemahaman tentang komunitas seperti yang sudah dijelaskan di atas akan sangat membantu seorang Community Manager mengelola komunitasnya. Pada dasarnya, mengelola komunitas seperti mengelola taman kosong yang diberikan kepada kita. Apa saja yang mau kita tanam? Siapa saja yang mau merasakan manfaatnya? Ada bagusnya kalau komunitas dibangun dengan brandless strategy karena pada dasarnya komunitas bukan untuk berjualan.

Di acara tersebut juga hadir Yuda (@JohJuda) dari komunitas Fotodroids (@fotodroids) yang berbagi tentang smartphone fotografi dan etika dalam melakukannya. Ada juga Christian dari yangcanggih.com yang membawakan materi ‘nostalgia’ karena menampilkan iklan handphone dan smartphone dari masa ke masa.

Bagian yang paling menyenangkan di acara tersebut adalah ketika pembagian doorprize. Ternyata hasil undian menyatakan kalau malam itu saya beruntung bisa membawa pulang Andromax G2 Qwerty, smartphone anti-typo yang baru saja diluncurkan oleh Smartfren. Sepertinya postingan selanjutnya akan berisi tentang review gadget baru nih Anyway, thank you Smartfren!
image

Foto: dari CeritaEka