Seminggu setelah libur lebaran kemarin, saya menikmati liburan extended. Namun kali ini bukan sekedar liburan biasa karena saya diajak oleh Putera Sampoerna Foundation ikut serta ke Lembang untuk menikmati pelatihan kepemimpinan. Pelatihan tersebut diberi nama KSB Camp 2014 – Leadership Camp & Solo Camp, atau yang beberapa hari belakangan pernah saya tweet rangkaian acaranya dengan hashtag #LSCSC2014 (terdengar familiar kan?)

Bertempat di Pusdik-Ajen (Pusat Pendidikan Asisten Jendral) di Lembang, 117 mahasiswa yang mendapatkan bantuan pendidikan dari Putera Sampoerna Foundation akan menerima transfer PSF-DNA: Leadership, Enterpreneurial Spirit, dan Social Awareneess & Responsibility; yang akan dibungkus dengan menu latihan ala militer. Saya sendiri sangat excited karena dulu pada tahun 2008 pernah mencoba menu latihan ala TNI seperti ini di Malang namun untuk tujuan survival. Namun berbeda dengan LCSC 2014 ini adalah kali ini saya akan bertindak sebagai observer. Seperti apa rasanya ya melihat dari sudut bukan pelaku?

Pembekalan Diri, Melatih Kepemimpinan dan Menguji Keberanian

Selepas upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Direktur Putera Sampoerna Foundation, Ibu Nenny Soemawinata, dimulailah rangkaian acara LCSC2014. Dimulai dengan materi pembekalan dari Ibu Nenny tentang keadaan Indonesia saat ini. Pembekalan ini cukup penting untuk mengetahui sedang di mana kita saat ini, lalu akan kemana arah kita melangkah.

Setelah sharing Ibu Nenny, sesi materi dilanjutkan oleh Ibu Albertina Dwita. Materi yang disampaikan berkisar tentang Putera Sampoerna Foundation dan Koperasi Siswa Bangsa (KSB). Materi ini cukup menginspirasi para peserta LCSC 2014 karena banyak menceritakan tentang para lulusan penerima bantuan pendidikan PSF, bagaimana kehidupan mereka saat ini, bagaimana relasi antar lulusan, serta keuntungan-keuntungan lain dengen bergabung sebagai anggota Koperasi Siswa Bangsa.

Menjelang sore, acara yang melibatkan fisik dimulai. Acara dibagi 2, para peserta Leadership Camp (peserta yang baru ikut tahun ini) akan menjajal bagaimana gerak jalan sepanjang 3 KM lalu berlatih tali-temali, melempar pisau dan kapak. Sedangkan peserta Solo Camp (alumni Leadership Camp tahun sebelumnya) akan merasakan asyiknya Mounteneering. Acara akan dilakukan di dua tempat, jadi saya harus memilih. Saya pilih ikut mounteneering.

Di sesi mounteneering ini para peserta di ajak ke atas mendekati gunung Tangkuban Perahu, lebih tepatnya hutan Cikole. Diharapkan kita bisa menguji keberanian kita di sesi ini. Di lokasi ini sudah disiapkan 2 titik permainan seru. Salah satu permainan di mounteneering yang sederhana tapi mengandung filosofi saya namakan permainan “Pegang tali.. lalu melangkah”.

Permainan ini terlihat mudah memang, tapi kalau kita mencobanya sendiri, beuh.. kaki bisa tremor di tengah jalan. Gemeteran! Coba tanya aja Pak Shendy yang belum aja setengah jalan udah berhenti di tengah beberapa detik. Permainan ini mengajarkan bahwa kita harus berani mencoba, langkahkan saja kaki kita.. Kalaupun terjatuh, kita bisa mengulanginya lagi. Toh yang terpenting kita sudah berani mencoba kan? Sebuah filosofi yang patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

IMG_20140808_150019304_HDR

Malam harinya, para peserta Solo Camp naik lebih atas lagi untuk mengikuti Caraka Malam. Setelah makan malam, satu persatu dari mereka menyusuri jalur turun yang telah ditentukan sepanjang 1,2 KM di Hutan Cikole. Beruntung malam itu merupakan malam bulan purnama sehingga mereka bisa turun dengan penerangan alam yang lebih dari cukup. Di sepanjang perjalanan mereka harus menjaga pesan rahasia dari beberapa rintangan yang mereka temui, entah pencuri informasi ataupun wujud ‘jejadian’. Sesi Caraka Malam ini benar-benar tepat untuk menjadi puncak dari uji keberanian di para peserta Solo Camp.

Menangkap Peluang, Memecahkan Persoalan, dan Melakukan Tanggung Jawab Sosial

Selesai sesi baris-berbaris. Kegiatan kembali dibagi 2: peserta Leadership Camp mengikuti sesi pribadi kreatif yang bekerja sama dengan psikolog dari Unpad untuk membantu menelaah aspek pribadi dan masing-masing peserta. Dengan ini peserta akan makin mengenali diri sendiri dan potensi yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan para peserta Solo Camp di tempat terpisah mengikuti sesi pembekalan bagaimana meraih opportunity di era global, kemudian dilanjutkan dengan melakukan permainan untuk memecahkan persoalan dengan taktik dan kerjasama dengan rintangan yang disimulasikan.

Peserta kemudian dibawa ke desa Mekarwangi untuk bersama dengan warga menanam pohon dan mengecat sekolah. Ini merupakan salah satu sesi untuk melatih peserta memperkuat PSF-DNA yang terakhir, yaitu Social Responsibility. Satu hal yang selalu saya petik dari kegiatan sosial seperti ini adalah mereka yang dibantu dan orang yang membantu sama-sama merasakan kesenangan. Ini semua terlihat dari ekspresi mereka saat melakukan sesi ini. Meskipun harus tertib ala militer, mereka tetap senang menjalaninya.

Social Responsibility PSF

 Simbolis serah terima serta kegiatan Social Responsibility yang dilakukan peserta.

Acara KSB Camp – LCSC 2014 ini menunjukkan bahwa Sampoerna Foundation bukan hanya sekedar memberikan bantuan pendidikan, namun juga memberikan nilai lebih kepada para penerima bantuan pendidikan tersebut. Secara reguler PSF mengadakan pelatihan dan seminar untuk memperkuat DNA dari Putera Sampoerna (Leadership, Entrepreneurial Spirit, Social Awareness & Responsibility) yang sangat berguna dan bisa menjadi bekal selama mereka menempuh kehidupan. Sejak didirikan pada tahun 2002 hingga saat ini, PSF telah berhasil memberikan bantuan pendidikan kepada belasan ribu anak didik yang kurang mampu, aktif menjalin kerjasama dengan institusi dalam dan luar negeri. Semua dijalankan dengan sistem bisnis sosial, tanpa terkait perusahaan rokok yang sering orang bilang.

Mengikuti acara ini membuat saya banyak belajar lebih banyak nilai-nilai hidup, terutama nilai yang terkandung pada DNA-Putera Sampoerna Foundation. Selain belajar, semangat saya seperti terisi kembali, tertular oleh semangat para penerima bantuan pendidikan yang mengikuti KSB Camp – LCSC 2014 di Lembang selama 4 hari itu. Semoga makin banyak penerus bangsa yang hebat dari acara ini dan juga dari organisasi ini.

Foto Bersama Peserta KSB Camp - LCSC 2014