????

Youth Festival? Asik nih!

Bagitu pikiran saya ketika saya dapet undangan dari Putera Sampoerna Foundation untuk menghadiri acara USBI Youth Festival. Setelah sedikit mencari tahu tentang kampus yang baru pertama saya dengar ini, ternyata USBI Indonesia adalah sebuah kampus inisiatif dari Putera Sampoerna Foundation, yang menyediakan 4 jurusan. Nantinya, mahasiswa lulusan kampus ini akan mendapatkan 3 gelar.Wait, kok bisa?

3 gelar tersebut didapat dengan 2 tahun belajar di USBI Indonesia dengan kurikulum dari Lone Star College. Lalu dengan kurikulum tersebut, mahasiswa USBI Indonesia bisa transfer kurikulum dan melanjutkan ke semua universitas yang ada di Amrik. Setelah lulus di negeri Hollywood sana, mahasiswa akan mendapatkan gelar dari universitas dari kampus tersebut, dan juga dari USBI Indonesia. Menarik ya?

Nah, balik ke USBI Youth Festival. Acara ini menghadirkan pameran dan beberapa seminar dengan beberapa tema seperti: Entepreneur, Art & Media, Pendidikan, dan Science & Technology.  Saat diundang oleh PSF, saya langsung tertarik karena ada tema seminar yang berkaitan dengan teknologi. Serunya, pembicara seminar tersebut adalah CEO dari sebuah studio game ternama, Arief dari Agate Studio.

Arief bercerita apa saja yang dilakukan olehnya di dunia games, bagaimana Agate terbentuk, dan juga betapa menyenangkan bergelut di dunia games. Mengapa bergelut di dunia games menguntungkan? Industri ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam 5 tahun terakhir, jauh di atas industri musik dan film. Hal ini dikarenakan film dan musik yang sukses akan menghasilkan revenue besar pada saat rilis, tapi lama-kelamaan akan berakhir di dvd atau rekaman.  Sedangkan untuk games, developer tinggal meluncurkan versi terbaru ketika games tersebut sudah mulai membosankan atau menurun popularitasnya. Lalu biasanya gamers akan memainkan lagi. Sebuah hal yang menguntungkan sekali kalau menurut saya.

Di seminar ini juga hadir Prof. Teddy, dekan dari Fakultas Science & Technology USBI Indonesia. Prof Teddy menerangkan tentang fakultas Science & Technology. Profesor Teddy coba menjelaskan tentang programming dan networking dengan bahasa dan visual (ada di slide presentasi) dengan bahasa seringan mungkin. Wah, kalo bisa belajar sehari-hari sama beliau asik juga ya.

Kalau acara yang mengusung tema ‘Youth’, pasti harus ada unsur hura-hura dong. Ya namanya juga anak muda. Iya, nggak? Tepat setelah saya keluar ruangan seminar, Maliq & D’essentials sedang membawakan music opening-nya. Wuih, seru banget! Saya, Didut, Dita, Eno, lega banget abis nonton Maliq. Pasalnya lagu Maliq itu isinya curahan hati kita semua. Hahaha.

????

Sesi curhat berjamaah bersama Maliq n D’Essentials

Kalau ada acara yang bisa ngasih ilmu sekaligus musik hura-hura gini. Mau dateng lagi ah. Kalian mau dateng juga?