nebeng (1)

Tebeng-menebeng sebenarnya bukan kegiatan yang asing bagi saya. Saat SMA hingga kuliah dulu saya cukup mengandalkan kendaraan pribadi (motor) untuk pergi ke sana-sini. Berhubung punya banyak teman yang jadwal kegiatannya sama, saya sering menawarkan tebengan ke teman yang searah.

Tapi semua berubah. Semenjak kerja, saya mulai jarang melakukan kegiatan tebeng-menebeng ini. Bukannya tidak mau lagi, tapi karena hampir tidak ada teman kantor yang searah dengan saya. Merasa bahwa kendaraan pribadi semakin sedikit manfaatnya buat saya, perlahan saya meninggalkan kendaraan pribadi dan kegiatan tebeng-menebeng ini. Terlebih sejak kereta commuter dan ojek online semakin mudah diakses.

Padahal nebeng banyak manfaatnya

Aktivitas nebeng dan memberi tebengan ini bisa jadi salah satu solusi macet karena membuat beban jalanan berkurang. Motor misalnya, 2 orang bisa terangkut dengan 1 buah motor. Ini lebih efektif daripada tiap orang bawa satu motor. Itu baru satu, bayangkan multiple effect yang terjadi kalau ada puluhan hingga ratusan motor melakukan hal yang sama. Pada saat yang bersamaan, polusi kendaraan juta bisa berkurang akibat efek nebeng ini.

Selain itu, kita jadi punya teman perjalanan yang bisa diajak ngobrol. Perjalanan jadi semakin asik dan tidak terasa. Teman nebeng kita juga bisa diajak patungan bensin, ongkos perjalanan bisa jadi lebih hemat.

Nebeng era teknologi

Kadang niat baik tidak selalu beriringan dengan kesempatan melakukannya. Seperti yang sempat saya ceritakan, dulu saya berhenti memberi tebengan lagi bukan karena tidak mau, tapi karena tidak ada orang yang bisa ditawari.

Belakangan, salah satu layanan transportasi on-demand – Grab, meluncurkan fitur baru yang bernama GrabHitch yang menurut saya bisa memfasilitasi aktivitas nebeng ini. Sistemnya, sebagai pemberi tebengan kita akan membuat rute dan nanti aplikasi yang akan mencari teman nebeng dengan rute yang serupa. Layanan ini sangat menjawab permasalahan saya yang mungkin dialami oleh orang-orang lain yang mau berbagi kursi belakangnya untuk tujuan yang sama.

nebeng (2)

Tunggu! Berarti kita akan memberi tebengan ke orang yang gak dikenal dong? Betul sekali. Tidak perlu khawatir karena Grab akan melakukan verifikasi terhadap teman nebeng kita. Justru di situ keuntungannya, kita bisa mendapat teman baru.

Secara ekonomi, GrabHitch ini juga memberikan solusi bagi kita yang sungkan untuk menerima ‘balas jasa’ atas tebengan yang sudah diberikan. Kita bisa mendapatkan Rp 1,000 hingga Rp 25,000 tergantung jarak yang kamu tempuh.

Mereka yang ikut GrabHitch

Saat ini posisi saya merupakan pencari tebengan. Saya mencoba layanan GrabHitch ini dan mendapat banyak cerita dari teman nebeng saya. Dedi misalnya, beberapa kali dia dapet temen nebeng yang lebih tahu jalan. Sekarang dia jadi punya rute baru untuk arah yang sama.

Teman nebeng saya yang namanya Yulian sekarang senang karena hampir tiap pergi sekarang punya teman nebeng baru. Dia jadi selalu punya teman ngobrol tiap perjalanan.

Beda cerita dengan Teguh. Sudah sebulan dia ikut GrabHitch dan tertarik karena mau punya tambahan uang. Meskipun awalnya agak dipaksa temen untuk daftar, tapi sekarang dia semakin enjoy untuk ikutan.

Cara Mudah Ikut GrabHitch

Nebeng - Cara Nebeng Grabhitch

Bagi pencari tebengan, ikut GrabHitch ini cukup buka aplikasi Grab lalu pilih titik jemput dan tujuan. Kelebihan GrabHitch adalah kita bisa pesan untuk tenggat waktu perjalanan mulai dari 7 hari ke depan hingga 30 menit sebelum perjalanan. Jika kita dapet teman nebeng, aplikasi Grab akan memberi notifikasi.

 

Screen Shot 2017-04-10 at 20.05.16

Bagi pemberi tebengan, kamu perlu mendaftarkan diri terlebih dulu lewat link berikut ini >> (http://bit.ly/GrabHitchID). Jangan lupa siapkan SIM, STNK yang masih berlaku, dan KTP ya untuk proses verifikasinya. Prosesnya juga cepat kok, cuma 2-3 hari kerja.

Mudah bukan? Semoga kita bisa jadi teman nebeng selanjutnya ya!